SERAMBI MEKAH ACHEH HANCUR KERANA “TAICHI ALA ISLAM.”

BERIKUT ADALAH KISAH PERANG ACHEH DI MANA JATUHNYA SERAMBI MEKAH ACHEH DI TANGAN BELANDA OLEH SEORANG PEMUKA ATAU PEMAIN “TAICHI” ISLAM BERBANGSA BELANDA BERNAMA DR SNOECK HURGRONJE.

KISAH INI SEAKAN ATAU SEIRAS SERUPA DENGAN SENARIO KITA SEKARANG, IAITU DI MALAYSIA HARI INI SELAGI MEREKA TAK MASUK ISLAM, MENGUCAP, BELAJAR ISLAM SECARA SAH DENGAN PERKIM DAN LAIN-LAIN REALITI DIBUKTIKAN MEREKA MUSLIM SEBENAR, MAKA ADALAH WAJIB KITA TIDAK LENA ATAU TELAN BULAT-BULAT YANG MEREKA TU IKHLAS KEPADA ISLAM DAN ORANG MELAYU. ADALAH DISEDARI BAHAWA DEWASA INI RAMAI YB DARIPADA DAP DAN PKR YANG BUKAN ISLAM TETAPI GHAIRAH GUNAKAN AYAT AL QURAAN DLL DALAM UCAPANNYA. ADA JUGA YANG CAKAP AMAL MAKRUF NAHI MUNGKAR SERTA IKUT DOKRIN KHALIFAH UMAR ABDUL AZIZ.

(VIDEO INI UNTUK RENUNGAN DAN AJAK KITA BERFIKIR)

KALAU MEREKA BERIMAN, KENAPA TIDAK MASUK ISLAM?

OLEH ITU KERANA SEJARAH ALAM MELAYU TELAH TERBUKTI MACAM TULISAN DI BAWAH… MAKA TAICHI ISLAM MEREKA INI ADA BAIKNYA DIPERHATI SERTA DIHALUSI KEIHLASAN SERTA KEIKHSANANNYA.

ABE MINTA MAAF.. INI BUKAN RACIST TETAPI ADALAH WAJIB KITA MEMPERINGATI ANTARA SATU SAMA LAIN MENGENAI MUSUH-MUSUH ISLAM YANG BERGERAK SECARA TAICHI ATAU DALAM KAIN SELIMUT, ATAUPUN SEBAGAI GUNTING DALAM LIPATAN. INI JUGA JAWAPAN KEPADA KOMEN ABE KEPADA BLOG CEKKA PADA PAGI INI. SILA BACA SELANJUTNYA DARI:

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Aceh#Belanda

Pada 1892 dan 1893, pihak Belanda menganggap bahwa mereka telah gagal merebut Aceh. Dr. Snoeck Hurgronje, seorang ahli Islam dari Universitas Leiden yang telah berhasil mendapatkan kepercayaan dari banyak pemimpin Aceh, kemudian memberikan saran kepada Belanda agar serangan mereka diarahkan kepada para ulama, bukan kepada sultan. Saran ini ternyata berhasil. Dr Snouck Hurgronye yang menyamar selama 2 tahun di pedalaman Aceh untuk meneliti kemasyarakatan dan ketatanegaraan Aceh. Hasil kerjanya itu dibukukan dengan judul Rakyat Aceh ( De Acehers). Dalam buku itu disebutkan rahasia bagaimana untuk menaklukkan Aceh.

Isi nasehat Snouck Hurgronye kepada Gubernur Militer Belanda yang bertugas di Aceh adalah:

  1. Mengesampingkan golongan Keumala (yaitu Sultan yang berkedudukan di Keumala) beserta pengikutnya.
  2. Senantiasa menyerang dan menghantam kaum ulama.
  3. Jangan mau berunding dengan para pimpinan gerilya.
  4. Mendirikan pangkalan tetap di Aceh Raya.
  5. Menunjukkan niat baik Belanda kepada rakyat Aceh, dengan cara mendirikan langgar, masjid, memperbaiki jalan-jalan irigasi dan membantu pekerjaan sosial rakyat Aceh.

Pada tahun 1898, J.B. van Heutsz dinyatakan sebagai gubernur Aceh pada 1898-1904, kemudian Dr Snouck Hurgronye diangkat sebagai penasehatnya, dan bersama letnannya, Hendrikus Colijn (kelak menjadi Perdana Menteri Belanda), merebut sebagian besar Aceh.

Sultan M. Daud akhirnya meyerahkan diri kepada Belanda pada tahun 1903 setelah dua istrinya, anak serta ibundanya terlebih dahulu ditangkap oleh Belanda. Kesultanan Aceh akhirnya jatuh seluruhnya pada tahun 1904. Istana Kesultanan Aceh kemudian di luluhlantakkan dan diganti dengan bangunan baru yang sekarang dikenal dengan nama Pendopo Gubernur. Pada tahun tersebut, hampir seluruh Aceh telah direbut Belanda.

Taktik perang gerilya Aceh ditiru oleh Van Heutz, dimana dibentuk pasukan marsuse yang dipimpin oleh Christoffel dengan pasukan Colone Macannya yang telah mampu dan menguasai pegunungan-pegunungan, hutan-hutan rimba raya Aceh untuk mencari dan mengejar gerilyawan-gerilyawan Aceh.

Taktik berikutnya yang dilakukan Belanda adalah dengan cara penculikan anggota keluarga Gerilyawan Aceh. Misalnya Christoffel menculik permaisuri Sultan dan Tengku Putroe (1902). Van Der Maaten menawan putera Sultan Tuanku Ibrahim. Akibatnya, Sultan menyerah pada tanggal 5 Januari 1902 ke Sigli dan berdamai. Van Der Maaten dengan diam-diam menyergap Tangse kembali, Panglima Polem dapat meloloskan diri, tetapi sebagai gantinya ditangkap putera Panglima Polem, Cut Po Radeu saudara perempuannya dan beberapa keluarga terdekatnya. Akibatnya Panglima Polem meletakkan senjata dan menyerah ke Lo’ Seumawe (1903). Akibat Panglima Polem menyerah, banyak penghulu-penghulu rakyat yang menyerah mengikuti jejak Panglima Polem.

Taktik selanjutnya, pembersihan dengan cara membunuh rakyat Aceh yang dilakukan dibawah pimpinan Van Daalen yang menggantikan Van Heutz. Seperti pembunuhan di Kuta Reh (14 Juni 1904) dimana 2922 orang dibunuhnya, yang terdiri dari 1773 laki-laki dan 1149 perempuan.

Taktik terakhir menangkap Cut Nya’ Dien istri Teuku Umar yang masih melakukan perlawanan secara gerilya, dimana akhirnya Cut Nya’ Dien dapat ditangkap dan diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat.


Surat Perjanjian Pendek Tanda Menyerah Ciptaan Van Heutz

Van Heutz telah menciptakan surat pendek penyerahan yang harus ditandatangani oleh para pemimpin Aceh yang telah tertangkap dan menyerah. Dimana isi dari surat pendek penyerahan diri itu berisikan, Raja (Sultan) mengakui daerahnya sebagai bagian dari daerah Hindia Belanda. Raja berjanji tidak akan mengadakan hubungan dengan kekuasaan di luar negeri. Berjanji akan mematuhi seluruh perintah-perintah yang ditetapkan Belanda. (RH Saragih, J Sirait, M Simamora, Sejarah Nasional, 1987)

[sunting] Bangkitnya nasionalisme

Sementara pada masa kekuasaan Belanda, bangsa Aceh mulai mengadakan kerjasama dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia dan terlibat dalam berbagai gerakan nasionalis dan politik. Sarekat Islam, sebuah organisasi dagang Islam yang didirikan di Surakarta pada tahun 1912, tiba di Aceh pada sekitar tahun 1917. Ini kemudian diikuti organisasi sosial Muhammadiyah pada tahun 1923. Muhammadiyah membangun sebuah sekolah Islam di Kutaraja (kini bernama Banda Aceh) pada tahun 1929. Kemudian pada tahun 1939, Partai Indonesia Raya (Parindra) membukan cabangnya di Aceh, menjadi partai politik pertama di sana. Pada tahun yang sama, para ulama mendirikan PUSA(Persatuan Ulama Seluruh Aceh), sebuah organisasi anti-Belanda.

INI ADALAH SEJARAH PERJUANGAN ISLAM ATAU RUMPUN MELAYU DI ACHEH. SEJAUHMANA KITA MELIHAT SEJARAH SEBAGAI PEDUMAN HIDUP? SEBAB SEJARAH TIDAK MENIPU. SEBALIKNYA MANUSIALAH YANG SENTIASA GUNAKAN SEJARAH UNTUK MENIPU DENGAN MENGUBAH FAKTA DAN KESAHIHAN SEJARAH.

BUKAN RACIST ATAU PERKAUMAN… HANYA SEKADAR PERSOALAN DAN MOTIVASI HIDUP.

2 comments so far

  1. aberamly on
  2. aberamly on

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: